The Subtle Knife (His Dark Materials, #2)

119324

Judul: The Subtle Knife (His Dark Materials, #2)
Penulis: Philip Pullman
Penerbit: Knopf Books for Young Readers
Publikasi: 22 Juli 1997
Tebal: 326 halaman

It does not make sense. It cannot exist. It’s impossible, and if it isn’t impossible it’s irrelevant, and if it isn’t either of those things it’s embarrassing.

-Chapter 4: Trepanning

Buku ini berhasil gue lahap dalam waktu sehari — atau bisa dikatakan kurang dari 24 jam. Sungguh suatu pencapaian, mengingat hampir setahun kemarin bisa dibilang hampir nggak pernah baca buku, dan terakhir baca ya si Northanger Abbey dkk itu yang makan waktu beberapa bulan. Dude, Philip Pullman bener-bener tipe penulis yang menarik pembacanya ke dalam cerita dengan sangat lihai!

Di Northern Lights, kita berkenalan dengan Lyra dan alternate universe yang mirip-tapi-beda sama dunia kita ini. Oh sure, mereka punya kota bernama Oxford dan juga kutub utara dengan aurora yang magis yang kita miliki. Tapi dunia mereka pun memiliki yang namanya daemon — semacam entity yang terhubung dengan manusia sebagai jiwa. Nah, di The Subtle Knife, kita kembali ke universe as we know it. Dan Lyra bukan lagi tokoh utama kita. Well, at least selama beberapa halaman.

Will Parry adalah seorang anak laki-laki yang tinggal di London, Inggris, bersama ibunya. Ayahnya hilang dalam sebuah ekspedisi bertahun-tahun yang lalu saat ia masih kecil. Will sangat protektif terhadap ibunya yang, menurutnya, memiliki sedikit gangguan mental. Kisah kita dimulai dengan Will yang meminta tolong tetangganya untuk menjaga ibunya sementara ia menghadapi dua lelaki asing yang ngotot ingin masuk ke rumah mereka karena mencari dokumen lama yang dikirimkan ayahnya, John Parry, kepada ibunya.

Continue reading “The Subtle Knife (His Dark Materials, #2)”

Advertisements

2nd Generation Rating System

Hiya, guys! It’s the beginning of 2018 and Dhee iz back with a new rating system!

Yups, kalian nggak salah denger. Setelah melalui era Gollum pada mulanya, kemudian era Game of Thrones, gue kembali memutuskan untuk menyegarkan blog tercinta ini dengan sistem rating baru. Bisa dicek di page-nya.

Dan seperti biasa, gue menyimpan referensi ini khusus untuk pembaca setia yang unyuw unch menggemashkan ini. ❤

#plakk

Continue reading “2nd Generation Rating System”

The Curious Case of Benjamin Button

747746

Judul: The Curious Case of Benjamin Button
Penulis: F. Scott Fitzgerald
Penerbit: Scribner
Publikasi: 1922
Tebal: 64 halaman

You are meant to lose the people you love. How else would you know how important they are to you?

Selain Harry Potter and The Cursed Child, The Curious Case of Benjamin Button adalah buku lainnya cerita pendek yang sempat gue baca sebelum berangkat ke Inggris hampir dua tahun yang lalu. Dan buat yang udah nonton filmnya, I’ve got to say jalan ceritanya sesungguhnya berbeda walaupun memiliki premi yang sama.

Benjamin Button lahir pada tahun 1860 di Baltimore, dengan perawakan seorang kakek berusia 70 tahun. Kelahirannya bikin seteres kedua orangtuanya yang malu punya anak bayi tapi wujudnya kayak kakek-kakek — udah bisa ngomong, pulak! Biarpun begitu, ayahnya Benjamin bertekad anaknya hidup normal. Jadilah Benjamin dipaksa masuk TK, walau nggak lama kemudian doi dikeluarin karena banyakan tidur di kelas. Barulah sampai Benjamin menginjak usia akil baligh, kedua orangtuanya sadar bahwa instead of bertambah tua, pertumbuhan anaknya ini justru mundur. Benjamin terus bertambah muda.

Continue reading “The Curious Case of Benjamin Button”

Northern Lights (His Dark Materials, #1)

70947

Judul: Northern Lights (His Dark Materials, #1)
Penulis: Philip Pullman
Penerbit: Scholastic Point
Publikasi: 23 Oktober 1998
Tebal: 399 halaman

I loved him at once. I would have changed my nature, I would have forsaken the star-tingle and the music of the Aurora. I would never have flown again — I would have given all that up in a moment, without a thought, to be a gyptian boat-wife and cook for him and share his bed and bear his children. But you cannot change what you are, only what you do.

-Part Three: Svalbard, Chapter 18: Fog and Ice

Kalau ada satu buku yang bisa gue akui dengan bangga berhasil gue lahap sampai tuntas selama menempuh program magister di Aberdeen, itulah Northern Lights karya Philip Pullman ini. Sebetulnya gue udah lama dipengaruhi temen-temen gue untuk membaca trilogi His Dark Materials — dan seperti biasa, masalah Dhee kalau hendak memulai seri fantasy baru pastilah skeptisisme. Biarpun critically acclaimed. Biarpun udah direkomendasiin habis-habisan sama orang yang seleranya gue junjung tinggi.

Ya habis gimana dong sodara-sodara, kalo mulai baca seri baru tuh berarti harus siap investasi emosi sama jalan cerita dan karakternya. Jadi harus siap jiwa raga batin. *plakk*

Northern Lights itu apa sih, Dhee? Mungkin kalian bertanya-tanya. Well, dengan judul aslinya, novel ini terdengar asing. Tahukah kalian bahwa, sama seperti buku pertama Harry Potter yang judulnya diubah saat masuk pasar Amerika Serikat, demikian pula nasib yang dialami buku pertama trilogi His Dark Materials ini. Dari Northern Lights, judulnya berubah jadi The Golden Compass.

Tuh kan baru pada ngeh….

Continue reading “Northern Lights (His Dark Materials, #1)”

Northanger Abbey, Lady Susan, The Watsons, and Sanditon

2466915

Judul: Northanger Abbey, Lady Susan, The Watsons, and Sanditon
Penulis: Jane Austen
Penerbit: Oxford University Press
Publikasi: 1 Mei 2008
Tebal: 379 halaman

The person, be it gentleman or lady, who has not pleasure in a good novel, must be intolerably stupid.

-Jane Austen, Northanger Abbey

THE DHEE IZ BACK!!!1!

How is everybody? It feels SO good to be back! Kembali bisa baca buku tanpa harus takut ketinggalan materi kuliah, kembali bisa nulis update reading progress di Goodreads, kembali bisa nulis review di blog ini, daaaaaan……. kembali ke tanah air tercinta.

*lalu lagu Tanah Air yang dimainkan dengan biola mengalun sebagai bekson*

*PLAKK*

Dan sebagai buku pertama yang gue review setelah kembali di tahun 2018 ini adalah Northanger Abbey karya Jane Austen!

Continue reading “Northanger Abbey, Lady Susan, The Watsons, and Sanditon”

Harry Potter and the Cursed Child

29056083

Judul: Harry Potter and the Cursed Child
Penulis: Jack Thorne
Penerbit: Little Brown
Publikasi: 31 Juli 2016
Tebal: 343 halaman

In every shining moment of happiness is that drop of poison: the knowledge that pain will come again. Be honest to those you love, show your pain. To suffer is as human as to breathe.

-Jack Thorne, Harry Potter and the Cursed Child, Act 4, Scene 4

Greetings, my fellow bookreaders! Dhee is back, and back for good! *finger crossed* *lah kok pake fingers crossed* *berarti nggak for good dong* *ywdc jangan bawel* *plakk*

As promised, begitu menemukan kelonggaran di jadwal kehidupan yang semakin berumur semakin penuh lika-liku ini *halah*, gue akan kembali posting review buku. Dan kali ini, post pertama setelah hiatus sampai setahun adalah… *DRUMROLLS* HARRY POTTER AND THE CURSED CHILD!

YAAAS GURL DHEE RETURNS WITH A BANG!

……biarpun bukunya udah keluar dari tahun lalu. BODOAMAT.

Buku ini adalah buku terakhir yang gue santap habis sebelum berangkat ke Aberdeen tahun lalu. Masih inget banget excitement waktu nunggu jadwal rilis buku ini, trus pre-order di Kinokuniya, trus pas tanggal 31 Juli dengan bangganya nenteng plastik belanjaan ke rumah. Good times. Trus nyampe rumah langsung masuk kamar dan dibaca dengan penuh penghayatan. Oh, good times, indeed.

Sejujurnya, ekspektasi gue sebelum baca buku ini tinggi banget. Gimana enggak, Harry Potter is the series that grew up with me; I even refer to it as my childhood. Banyak seri fantasi lain yang gue akhirnya jatuh sayang dan even claim lebih bagus daripada Harry Potter. But Harry Potter is Harry Potter, and it has a special place in my heart. Jadi kebayang dong, setelah 10 tahun berlalu menutup chapter epilogue di Deathly Hallows dan dapet kabar kalo ada the eighth story after all. A fangirl can only take so much!

Jadi bayangkan reaksi gue ketika, masih dengan bubbling excitement, ngeh sama tulisan ini di cover:

BASED ON AN ORIGINAL NEW STORY BY
J. K. ROWLING

JOHN TIFFANY & JACK THORNE

Rasa hati udah mulai nggak enak tuh. Tapi masih berusaha berpikiran positif. Kali aja itu dua orang produsernya. It’s JKR’s original story, right? Her story.

Masuklah kita ke dedication page. Dan perjuangan gue untuk berpikiran positif langsung runtuh baca dedication dari J. K. Rowling herself.

J. K. ROWLING
To Jack Thorne,
who entered my world
and did beautiful things there.

Continue reading “Harry Potter and the Cursed Child”

Greetings!

Haloo, pengunjung Egg & Co. yang setia dan budiman!

Yes, Dhee is still alive. No worries. Barely, though. 😛

Sebelumnya, gue mau minta maaf udah genap setahun mengabaikan blog ini. Banyak yang mengunjungi, banyak yang comment, dan banyak juga yang request untuk review buku. I am still here, monitoring. Tapi maaf banget belum bisa berbuat banyak karena… real life gets in the way. Classic reasoning, huh? But I will elaborate here.

Semenjak September 2016, gue pindah domisili jadi di Aberdeen, sebuah kota di sebelah barat Scotland, UK. Yups, I’m continuing my studies into a masters programme. Sebelum pindahan, gue nggak nyangka kalau master studies di UK itu se-hectic ini. Kirain masih bisa baca novel di weekend buat refreshing. Kirain masih bisa lanjut nulis novel/novella. Apa daya, even weekend pun masih dihantui belajar dan ngerjain assessment. Dan, for the past 3 months, dissertation.

Thank God I’m reaching the end, though. Status gue sebagai mahasiswa postgrad akan selesai bulan depan, dan wisuda gue akan berlangsung di bulan November. Begitu semua kebisingan disertasi selesai, insya Allah gue akan melahap buku-buku dan me-review mereka semua.

And oh, forgot one thing. Remember Harry Potter and the Cursed Child? I have a separate review for the script and the play itself. So stay in tune! *halah* *lo kata radio*

Again, terima kasih banget buat para pengunjung Egg & Co. Gue seneeeng banget baca komen-komennya, apalagi ada yang bilang kalo review gue bikin tertarik untuk baca buku tertentu. That is my goal, thank you for brightening up my day. *sobs* Dan buat yang titip review, mohon kesabarannya, ya!

In the mean time, Dhee is going back to her cave again. Dissertation takes the life out of her, see.

See you next month! *hopefully*

 

Dhee.

Atau Delvirah juga boleh. 🙂